Kaum Hawa Tuntut Perusahaan Batubara Gantirugi Tanah dan Rumah

Oleh

Nagan Raya, Asatu.top - Dalam aksi demo yang digelar di PLTU Suak Puntong tadi sore, puluhan kaum ibu menuntut ganti ruga tanah dan rumah dari perusahaan batubara yang berdomisili disekitarnya.

Warga beramai-ramai ultimatum PLTU agar mereka segera bisa menyelamatkan diri bersama sanak keluarganya untuk pindah tempat tinggal akibat tak tahan lagi akan bahaya polusi batubara, asap dan kebisingan aktivitas proyek.

"Tolong segera ganti rugi tanah dan rumah kami. Karena kami sudah kenyang dengan asap, debu dan kebisingan dari aktivitas perusahaan," kata Yanti, saat melakukan aksi di depan jalan PLTU, Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, Senin 30 November 2020.

Selain Yanti, seorang peserta aksi lain, Udin juga mengaku, pihak PLTU dinilai sudah mengingkari janjinya untuk menyiram debu jalan akibat aktivitas proyek, sekaligus membayar hak masyarakat Rp15 juta perbulan.

Namun hingga kini pihak PLTU abai dan membohongi warga disekitarnya. Untuk itu warga terpaksa turun ke jalan menghalangi lalulintas proyek agar nasibnya terpenuhi.

Sebelumnya diberitakan, seorang ibu rumah tangga yang hidup disekitar PLTU dan PT Mifa Bersaudara di Desa Suak Puntong, Nagan Raya, Dewi (38) mengaku, kehadiran perusahaan dinilainya telah memberi dampak buruk terhadap kehidupan keluarganya.

Menurut Dewi, kehadiran perusahaan batubara tersebut dinilainya telah menyebabkan keluarga mengalami gangguan pernafasan, batuk-batuk dan susah tidur saat beristirahat di malam hari.

Itu sebabnya ibu-ibu bersama puluhan warga di Dusun Geulanggang Meurak melakukan aksi agar pihak PLTU dan PT Mifa Bersaudara segera melakukan ganti rugi tanah dan rumahnya agar mereka mencari tempat tinggal yang lebih nyaman guna menghidupi anak-anaknya.

Komentar

Loading...