Masyarakat Gunakan Jalan Poros Utama Tergangu Pernapasan

Oleh

Nagan Raya, Asatu.top - Masyarakat yang mengunakan jalan poros Utama Komplek perkantoran Suka Makmue, mulai tergangu pernapasan disebakan debu Galian C yang bertebangan ke badan jalan.

"Kalau ini dibiarkan oleh pihak dinas tersebut maka lingkungan serta ekonomi masyarakat yang disikitar galian C semakin tergangu, yang diuntungkan pihak pengelola Galian," kata iskandar yang melintas jalan poros utama

Untuk itu, pihak Dinas lingkung hidup (DLH) kabupaten Nagan Raya diminta menegur pengelola Galian C yang sekitar Komplek Perkantoran.

Secara terpisah, Kepala Dinas lingkung hidup Nagan Raya T Hidayat mengatakan berdasarakan UU RI No 23 tahun 2014 tentang pemerintahan tentang pemerintah daerah Kewenangan kabupaten kota terhadap izin galian c sudah pada provinsi Aceh bukan lagi Kewenangan kabupaten/kota, semua izin Galian C baik yang Ada Nagan Raya provinsi yang mengeluarkan izin bukan dipemerintah kabupaten/kota.

"Jadi kalau masyarakat menyarankan untuk menegur pihak pengelola galian C, DLH Nagan Raya tidak mempunyai kewenangan
mencabut izin karna mereka telah memiliki izin yang dikeluarkan oleh provinsi, meski demikian terhadap izin lingkungan yang telah dikeluarkan oleh DLHK Nagan Raya akan kami tinjau kembali," katanya.

T Hidayat juga meminta pihak provinsi untuk menijau kembali izin - izin yang telah dikeluarkan, serta pihak terkait untuk segera menertibkan sehingga dampak Lingkungan tidak meluas.

Komentar

Loading...