Ketua Majelis Hakim, Abaikan Harapan Dedi Iskandar

Oleh
Ilutrasi Meja Hijau

Aceh Barat, Asatu.top - Terkait insiden diduga pengeroyokan terhadap wartawan LKBN Antara di Aceh Barat, Teuku Dedi Iskandar. terjadi di warung kopi El Nino jalan Gajah Mada meulaboh 10 Januari 2020, Akibatnya darmansyah, umar, Dani Dan Akrim ditetapkan sebagai tersangka.

Wartawan antara yang juga Korban pengeroyokan menyampaikan harapan kepada Hakim melalui sejumlah media online dengan khawatir apabila para empat terdakwa divonis ringan, maka tidak menutup kemungkinan peristiwa yang ia alami bisa saja di alami oleh pekerja pers lainnya di Aceh barat termasuk di Aceh, katanya

Selanjutnya dedi iskandar sangat berharap hakim nantinya benar-benar memutus atas dasar hukum dan keadilan berdasarkan ketuhanan yang Maha Kuasa bukan atas dasar intervensi-intervensi pihak tertentu apalagi karena " Sesuatu hal" diluar hukum, sebagaimana kutipan di ambil dari media Seuramoe Aceh edisi rabu 3- Juni - 2020.

Namun, Keputusan hukuman yang dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Zulfadly P, dalam sidang putusan yang digelar secara online, mengabaikan harapan korban pengoroyokan
Senin 8 Juni 2020.

"Keempat terdakwa dijatuhi hukuman masing-masing selama lima bulan penjara dengan dikurangi masa tahanan,” kata Ketua Majelis Hakim Zulfadly P.

Majelis Hakim menyebutkan, yang dikutip Kumparan.com keempat terdakwa Umar Dani, Darmansyah, T Herizal, dan Akrim, secara bersama-sama telah melakukan tindak pidana kekerasan terhadap saksi korban Teuku Dedi Iskandar. Sehingga, korban harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien, Aceh Barat.

Adapun hal yang meringankan terdakwa ialah mengakui kesalahan atas perbuatannya, dan bersedia meminta maaf kepada saksi korban dan juga keluarganya.

Komentar

Loading...