Pihak PLN Terkesan Abaikan permintaan Anggota DPRA

Oleh
Ilustrasi

Nagan Raya, Asatu.top - Meski berapa legislatif provinsi Aceh, meminta pihak Perusahaan Listrik Negara (disingkat PLN)

Untuk tidak memadamkan lampu pada bulan ramadhan, namun pihak PT PLN terkesan mengabaikan permintaan legislatif atau dikenal para masyarakat luas Wakil Rakyat.

Hal iti disampaikan, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Aceh (DPRA), Tarmizi meminta kepada PT PLN (Persero) agar tidak memadamkan listrik saat warga di Aceh sedang berbuka puasa atau beribadah tarawih, serta pada saat sahur.

“Jika pemadaman listrik dengan alasan tidak cukup arus atau mesin rusak seperti biasanya, masyarakat bisa mengerti. Akan Tetapi, jika dipadamkan listrik tanpa ada alasan yang jelas kita tidak terima,” kata Tarmizi di antaranews.com, Minggu 26 April 2020.

Hal senada juga disampaikan, Anggota (DPRA) Teuku Raja Keumangan meminta kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero agar tidak melakukan pemadaman listrik selama bulan suci Ramadhan 1441 Hijriyah di Aceh.

"Sejak dua hari terakhir saya mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat di Aceh, khususnya di Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Barat, karena listrik selalu padam berjam-jam lamanya, termasuk saat warga sedang berbuka puasa,” kata Teuku Raja Keumangan di Antaranews.com Suka Makmue, Sabtu 25 April 2020.

Namun, pihak PT PLN terkesan mengabaikan permintaan legislatif tingkat provinsi Aceh, Sehingga masyarakat Suka Makmue melaksanakan shalat teraweh dan sayur dalam keadaan gelap dikarenakan arus listrik dari PLN padam.

Komentar

Loading...