Muhammad Saleh Dipecat Dari Anggota PWI

Oleh
Ketua PWI Provinsi Aceh, Tarmilin Usman

Banda Aceh, Asatu.top - Ketua Persatuaan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Aceh, Tarmilin Usman menjelaskan, bahwa Pimpinan Modus Aceh Muhammad Saleh, tidak lagi menjadi keluarga besar organisasi terbesar di negeri ini yakni PWI.

"Pak Saleh tidak lagi sebagai anggota PWI," tegas Tarmilin Usman

Ketika ditanya tentang pemberhentian Muhammad Saleh dari keanggotaan PWI, Tarmilin Usman, menambahkan saat itu ianya tersandung kasus pelanggaran kode etik.

Dimana, salah seorang warga Banda Aceh, melaporkan ke Dewan Pers, bahwa Saleh dituding melakukan pemerasan terhadap diri warga tersebut.

Kasus itu, sempat sampai ke pengadilan. Akhirnya, kedua belah pihak antara Saleh dengan warga tersebut berdamai.

Namun, tambah Tarmilin Usman, karena Saleh terbukti melakukan melanggar kode etik. Maka, PWI Pusat memberhentikan ianya secara penuh dari keanggotaan PWI.

Atas dasar itulah, tambahnya, pimpinan Modus Aceh itu, diberhentikan secara
penuh oleh PWI Pusat.

Peberhentian itu berdasarkan Surat Keputusan PWI Nomor 192-PLP/PP-PWI/2015. Tentang tindakan organisasi terhadap Muhammad Saleh. Sejak 20 November 2015, Saleh tidak lagi anggota PWI.

Bagaimana dengan kasus Saleh saat ini sedang berurusan dengan polisi, karena dilaporkan oleh Makmur Budiman.

Saat hal itu ditanyakan kepada Ketua PWI Aceh itu, Tarmilin Usman, mengatakan, semua itu adalah dinamika dalam sebuah kehidupan.

Tarmilin Usman mengakui, pihaknya bersama pengurus PWI Aceh juga pernah dilaporkan ke Polda Aceh oleh Muhammad Saleh, karena PWI telah memecat dirinya dari anggota PWI.

Pihak PWI waktu itu, tambah Tarmilin Usman, menyerahkan sepenuhnya kepada polisi. Apalagi polisi paham sekali tentang adanya AD/ART sebuah organisasi. "Akhirnya laporan Saleh hanya pepesan kosong," ungkap Tarmilin Usman yang juga Ketua Serikat Media Siber Indonesia ( SMSI) itu.

Menyangkut dengan laporan Makmur Budiman, menurut Tarmilin Usman, tergantung persoalan apa yang dilapor. "Apa menyangkut berita atau pelanggaran UU ITE. Serahkan saja semua ke polisi, mereka lebih ahli " katanya.

Diharapkan, kepada seluruh wartawan, supaya dapat melaksanakan tugas sesuai rambu yang sudah ada." Janganlah ada niat buruk sedikit pun untuk orang lain, ini termasuk pelanggaran etik," tutup

Komentar

Loading...