Ketua PPDI Aceh Berharap Polres Aceh Barat Bekerja Secara Profesional

Oleh
Ketua Perkumpulan penyandang Distabilitas Indonesia Provinsi Aceh (PPDI) Hamdanil

Aceh, Asatu.top - Ketua Perkumpulan penyandang Distabilitas Indonesia Provinsi Aceh (PPDI) Hamdanil masi melakukan pemantauan menyangkut kasus pemukulan yang di lakukan salah satu wartawan terhadap Teuku Herizal Anggota disabilitas yang terjadi pada 20 Januari di warkop Elnino jalan iskandar Muda kabupaten Aceh Barat.

Pada kejadian tersebut, Herizal melerai keributan namun dirinya dicekik oleh oknum wartawan tersebut sampai tidak bisa menelan air mineral. Disitulah darmansyah menolong herizal.

Dengan itu, Oknum wartawan dan Teuku Herizal sama - sama melapor ke Mapolres Aceh Barat.

Yang anehnya, sambung Ketua PPDI Provinsi
Hamdanil pihak polres Aceh Barat tidak berlama - lama, untuk menetapkan darmansyah sebagai tersangka dan di kenakan pasal 170 kuhp tentang penggoroyokan.

Padahal menurut informasi yang di terima Hamdanil kasus pelapor tersebut belum ada hasil visum dari pihak rumah sakit cut nyak dien Kabupaten Aceh Barat.

Namun, Ketua PPDI Provinsi Hamdanil mengambil sikap untuk tetap mengikuti kasus tersebut karna masi dalam penyelidikan pihak polres Aceh Barat.

Tapi, laporan Teuku herizal yang dicekik oleh salah Oknum wartawan Aceh barat hingga kini belum diproses dengan maksimal

Ketua PPDI Hamdanil berharap penuh dan percaya kepada pihak Polres Aceh Barat supaya bisa tegas dan bisa mengambil sikap yang Seadil - adilnya menyangkut kasus yang menimpa anggota nya tersebut.

Karena, negara Indonesia negara hukum dan setiap warga negara wajib mentaati hukum yang berlaku serta jangan sekali - kali mengabaikan hak penyandang disabilitas.

"Jangan sampai kami membuat aksi demo kembali ke Polda Aceh karna hak kami sebagai warga negara indonesia tidak terpenuhi," katanya.

Untuk itu, ketua PPDI Provinsi Aceh berharap
kepada bapak kapolda untuk mamantau kinerja dari Polres Aceh Barat.

Karna info terakhir tadi sore yang di pertanyakan oleh Teuku herizal sebagai pelapor, tentang penahanan terhadap Oknum wartawan kenapa belum berjalan.

"Penyidik polres Aceh barat cuma memberitaukan kalau mereka sudah memanggil Oknum wartawan lewat surat panggilan sebanyak 1 kali dan juga tersangka masi di luar daerah di karnakan ada perihal kerja yang tidak bisa di tinggalkan, nanti sepulang nya dari luar daerah penyidik berjanji akan melayangkan kembali surat pemanggilan kedua begitu jawaban dari penyidik polres aceh barat sambil menyuruh teuku herizal mendatangani surat laporanya," tutupnya. Rabu 12 Febuari 2020.

Komentar

Loading...