Forum Tiga Wilayah (Fortil) Lembaga Advokasi Ekonomi Mandiri

Oleh
Fikriadi Lanta, Jum'at 12 April 2019, Foto ( Dokomen Pribadi)

Calang, Asatu.top - Menyikapi berita yang dikeluarkan oleh Komite Peralihan Aceh (KPA) Aceh Jaya di media Waspada Aceh 24 Januari 2020 "KPA Aceh Jaya bantah Terlibat dalam Forum Tiga Wilayah" dan Forkab Aceh tegaskan tidak terlibat kisruh pelabuhan Calang di media Cakradunia.co Sabtu 25 Januari 2020.

Pengurus Forum 3 Wilayah ( Fortil) T. Jamalul Hd selaku ketua III didampingi Sekretaris Umum Fikriadilanta menjelaskan Sejak di organisasi Forum Tiga Wilayah ( Fortil) akhir 2019 lalu, berdasarkan akta pendirian dikeluarkan Notaris Azhar Ibrahim, SH tanggal 14 januari 2020,Nomor 20. bahwa tidak ada satupun lembaga lain didalamnya.

" Fortil itu lembaga independen atau berdiri sendiri tanpa terikat dengan lembaga manapun, lalu kenapa orang sibuk mengklarifikasi seolah dia terlibat dengan kami," katanya.

Soal ada anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) , Forum Komunikasi Anak Bangsa (FORKAB), Front Pembela Tanah Air (PETA) dan anggota lembaga lainnya, itu murni selera mereka bergabung untuk mencari rezeki bersama lembaga ini, dan Mereka merasa nyaman dengan Fortil, "lalu apa masalah dengan kami," ?

"Lembaga Forum tiga wilayah secara tegas Bukan lembaga lgojo atau premanisme, Fortil tunduk dan patuh pada konstitusi Negara, tidak merampas hak orang lain terutama hak rakyat miskin, hanya mencari kerja secara bersama guna menghidupi diri dan keluarga, sejauh ini belum ada kericuhan yang terjadi, bila ini bohong coba dibuktikan," sebutnya.

Terkait berita Forkab Aceh tidak terlibat ricuh di pelabuhan calang, saat ini hanya anggota Fortil yang bertahan dipintu gerbang pelabuhan calang, sejak dari kemarin sampai saat ini tidak ada satu kayupun yang patah, lalu ricuh bagaimana, jangan asal menuding gerakan rakyat miskin tersebut

"Kedatangan anggota firum tiga wilayah ke pelabuhan calang untuk meminta pekerjaan pada perusahaan Angkutan Tiang pancang PT. Indonesian Ocean Truck (IOT) karena dapat dipastikan hampir 80% anggota fortil yang berasal dari exs kombantan sebelum MoU dan Setelah Damai, dari lembaga lainnya belum ada pekerjaan, cina punya proyek rakyat l meminta sedikit kerja kan wajar, jangan dusudutkan kami karena dimotivasi kebencian pribadi," sambung Fikriadi lanta

Kata sekretaris Fortil, Bagi Forum tiga wilayah bila ada anggota mau bergabung baik Bapak Joko widodo, Puan Maharani, Surya Paloh, Aburuzal Bakri, Muallem, Nova Iriansyah, Ramli, Irfan tb dan Jamin Idham, kita tampung, karena mereka warga Negara, apalagi anggota KPA dan forkab bila minat bergabung, asal sesuai syarat dan ketentuan.

"Kami dari Pimpinan Forum Tiga Wilayah meminta kepada semua pihat jangan sinis memandang gerakan kami, kami melawan egoisme cina untuk menghargai pribumi, dan dengan tegas kami bukan anak buah Akrim, dia hanya ketua umum yang dipilih forum dan menjalankan tugas sesuai hasil musyawarah," ujar Fikri.

Bicara hubungan Forum Tiga wilayah dengan Akrim, pihaknya telah sepakat merekomendasikan PT. Tuah Akfi Utama sebagai perusahaan untuk mengajukan penawaran pada perusahaan yang Fortil tuju.

"Bila dapat rezeki hak perusahaan diambil dan selebihnya dikembalikan ke lembaga sesuai komitmen bersama yang telah dibuat, semoga terang dan tak lagi disudutkan Fortil, kami tidak mengganggu orang terutama perusahaan lokal, lalu kenapa Fortil dibenci dan dimusuhi, kalau tidak silahkan diambil anggota kami lalu diberi mereka kerja," tutup
Fitriadilanta

Komentar

Loading...