“Kalau Tidak Diberikan Ganti Rugi” PT Mifa Bersaudara Stop Beroperasi

Oleh
Foto Istimewa,

Nagan Raya, Asatu.top – Ratusan Masyarakat Gampong Suak Puntong, kecamatan Kuala pesisir, Nagan Raya, lakukan aksi protes terhadap kinerja Pemerintah daerah setempat yang tidak  serius dalam menanggapi pencemaran lingkungan yang diduga dilakukan pihak perusahan PT Mifa Bersaudara dan PLTU yang berada dipemukiman tempat tinggal mereka.

Aksi protes terhadap kinerja  Pemerintah Nagan Raya yang di pimpian H M Jamin idham, digelar dekat stockpile (lokasi penumpukan sementara batubara) PT Mifa Bersaudara, serta perbatasan PLTU Nagan Raya, Senin (20/8).

"Pemda Nagan Raya berselingkuh dengan Mifa Bersaudara – PLTU. Sementara warga sekitar menderita!" demikian tertulis pada salah satu spanduk digantung warga di perbatasan PLTU Nagan Raya,

Selain itu, warga menempelkan karton berisi tulisan bernada satire di dinding rumah masing-masing, seperti "Tanam padi tumbuh padi, tanam PT Mifa Bersaudara/PLTU tumbuh polusi!".

Protes tersebut dilakukan lantaran warga mengaku sudah tidak tahan, karena selama ini hanya diiming-imingi janji   pemerintah daerah. Sementara perusahaan itu dinilai semakin masif melakukan aktivitasnya.

" Mana ada pemerintah turun (ke lapangan). Kesabaran kami sudah diambang batas. Tidak sanggup tiap hari makan debu terus. Kami ingin aspirasi kami didengar Pihak Pemeritah, jadi tolong Pak jangan selingkuh dengan investor, Ingat Bapak dipilih dari kami dulu, jangan janji – janji melalu" ujar salah seorang warga.

Hal senada diungkap Irma (34). Menurutnya, kehadiran kedua perusahaan itu, selain membuat warga rawan terkena penyakit, seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa), juga berdampak pada aspek perekonomian penduduk setempat.

“Setidaknya ada beberapa warung milik warga yang terpaksa ditutup karena tidak ada lagi pelanggan yang singgah di warung tersebut,” katanya.

"Mana ada perusahaan yang aktivitas tambang jaraknya hanya beberapa meter dari pemukiman. Mana Amdal? Bagaimana bubuk kopi begitulah debu batubara yang masuk rumah kami. Kalau tidak diberikan ganti rugi untuk kami, PT Mifa Bersaudara stop (setop) beroperasi!" Tegas Irma.

Komentar

Loading...