DPRK Nagan Raya Bentuk Pansus, Anjloknya Harga  TBS

Oleh
Wakil ketua I DPRK Samsuardi Daud, SH bersama puluhan pengelola PKS dan masyarakat setelah,lakukan Rapat dengar Pendapat, di ruang bagar, Jum"at (06/07)

Nagan Raya, Asatu.top -  Terkait anjloknya harga  Tandan Buah Segar (TBS), dikabupaten Nagan Raya yang membuat masyarakat petani sawit mengalami kerugian cukup besar. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) bentuk Pansus (Panitia khusus)

Pansus ini terbentuk, setelah mendengarkan pendapat pada rapat dengar pendapat (RDP), yang dilaksanakan digedung DPRK, yang dihadiri para puluhan pengelola PKS dan masyarakat petani sawit serta Bupati yang wakilil Asisten III Sekdakab  Nagan Raya.

Wakil ketua I DPRK  Samsuardi Daud, SH mengatakan,  Pansus ini dibentuk setelah mendengarkan pendapat bersama puluhan pengelola Pabrik Kelapa sawit bersama masyarakat petani sawit.

Menurutnya, penjelasan yang diberikan pengelola Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dinilai, pada rapat dengar pendapat tidak masuk dalam logika manusia, sebab hanya khusus di Nagan harga  sawit  TBS  anjlok, sampai kirsaran 650 Rupiah yang ditampung para agen keliling sedangkan pabrik  890 Rupiah.

Makanya menurut Juragan, perlu dibentuk pansus  agar masyarakat petani kabupaten Nagan Raya, mengatahui apa sebab anjlok harga sawit serta untuk mengumpulkan data, supaya mempermudah membuat daraf qanun tentang penetapan harga sawit,  sehingga tidak ada lagi pihak perusahan bermain dengan harga ketika datangan hari besar Islam.

Komentar

Loading...