Ketua Pansus DPRK Abdya, PT. DPL Segera Hentikan Penyerobotan Lahan Milik Masyarakat

Oleh
ketua Pansus DPRK Abdya, Iskandar, Foto (IST)

Abdya, Asatu.top - Menanggapi keluahan masyarakat korban konflik lahan Babahroot dengan PT. Dua Perkasa Lestari, Iskandar selaku ketua Pansus DPRK Abdya meminta kepada manajemen PT. DPL segera menghentikan penyerobotan lahan milik masyarakat sebelum adanya penyelesaian yang jelas.

Hal ini disampaikan Iskandar setelah mendapat pengaduan dari masyarakat korban di Babahroot

Selain itu,  Iskandar juga meminta kepada masyarakat korban agar tidak melakukan tindakan anarkis dalam mensikapi ulah perusahaan yang telah merusak tanaman mereka.

“Pihaknya akan menindak lanjuti laporan masyarakat dan melalui Pansus akan memeriksa IUP dan Izin Land Crearing PT. Dua Perkasa Lestari dan apabila izin mereka bermasalah maka akan, menindak sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, dengan dari itu masyarakat jangan terprovokasi dan tetap tenang,” katanya

Seperti yang diketahui, DPRK Abdya komit untuk menyelesaikan kasus konflik agrarian yang ada di Abdya dengan membentuk Pansus yang sudah bekerja selama 2 (dua) bulan, dimana di Abdya ada 3 Perusahaan yaitu PT. Cemerlang Abadi yang telah berakhir izin HGU nya, PT. Dua Perkasa Lestari yang patut diduga mencaplok lahan milik masyarakat didalam HGU nya dan PT. Watu Gede Utama yang menelantarkan HGU sehingga membuat tanah tidak bisa dimanfaatkan oleh rakyat. Pansus DPRK Abdya berjanji akan menyelesaikan semua permasalahan konflik agrari di Abdya dalam waktu secepatnya, ujar ketua Pansus (Iskandar) dari Fraksi Partai Aceh.

Iskandar juga mengharapkan kepada Pemerintah Daerah baik Pemkab Abdya maupun Pemerintah Aceh tidak menutup mata terkait persoalan yang sedang dihadapi masyarakat, apalagi masalah tanah sangat krusial dan urgent mengingat masyarakat Aceh pada umumnya bekerja sebagai petani. Bagaimana rakyat bisa sejahtera apabila mereka masih belum bisa menguasai tanah secara berdaulat. Maka dari itu, kita yang sudah diberi amanah oleh rakyat harus bisa menuntaskan masalah ini dengan secepatnya, demikian kata Ketua Pansus yang juga mantan kombatan GAM wilayah Babahroot itu.

Komentar

Loading...