Warga Desak DPRK Abdya Periksa  Iup Dan Izin landcrearing PT DPL

Oleh
Ilustrasi

Abdya, Asatu.top - Masyarakat korban konflik agraria mendesak Tim Pansus Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Abdya untuk memeriksa Izin Usaha Perkebunan dan Izin Land Clearing PT. Dua Perkasa Lestari, diduga PT tersebut dalam melakukan perluasan perkebunan tidak memiliki IUP dan Izin Land Clearing yang jelas.

Hal tersebut disampaikan,  Rusli P alias Idrus (68) saat melakukan pertemuan rutin dengan masyarakat korban perampasan lahan yang dilakukan PT tersebut.

Selain itu, dalam melakukan perluasan perkebunan PT. Dua Perkasa Lestari juga menyerobot lahan yang sudah dikuasi masyarakat, dimana dalam melakukan ekspansi PT tersebut  menghancurkan tanaman-tanaman masyarakat yang telah ditanam sejak lama menggunakan alat berat/becco.

“Masyarakat sangat dirugikan dengan tindakan PT. Dua Perkasa Lestari, dimana tanaman-tanaman kelapa sawit milik kami yang mestinya sudah bisa dipanen kini hilang rata dengan tanah yang dihancurkan,” kata  M. Dolli (64) didampingi masyarakat korban lainnya.

Untuk melancarkan ekspansinya, PT. Dua Perkasa Lestari mendapat pengawalan dari oknum aparat bersenjata,  sehingga masyarakat tidak berani melawan karena ketika mencoba mempertahankan tanaman dan tanah kami, justru oknum aparat senjata tersebut yang menghalangi.

“Meminta kepada Pemerintah melalui Pansus DPRK Abdya untuk segera memeriksa IUP dan Izin Land Crearing PT. Dua Perkasa Lestari agar mereka menghentikan ekpansi terhadap lahan milik masyarakat,” tutupnya, Rusli P alias Idrus, Minggu (13/05)

Komentar

Loading...