Peringati May day

Mahasiswa sorot Disnaker Aceh Barat

Oleh
Perserta Aksi May Day, yang tergabung dalam Meurehab sedang lakukan orasi, Foto (Putra MGM), Senin, (1/5)

Aceh Barat, Asatu.top –  Ratusan  mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda untuk Hari Buruh (MAUREHAB) melakukan aksi unjuk rasa memperingati hari buruh (May Day) Se-Dunia yang jatuh pada 1 Mei.

Pada Aksi tersebut,  Meurehab medesak  Pemkab Aceh Barat yang dipimpin Ramli MS untuk segera mungkin membentuk mediator ketenaga kerja dan mendesak untuk membetuk tim pengawasan terhadap seluruh perusahan di Aceh Barat.

Koordinator Meurehab, Arief Mundi mengatakan Pemkab Aceh Barat melalui  Dinas Ketenagakerjaan Aceh Barat harus segera membentuk tim mediator tenaga kerja dan pengawas perusahaan. Pasalnya hingga kini masih banyak masalah para tenaga kerja di kabupaten tersebut.

“Saat ini banyak sekali persoalan yang dihadapi buruh di Aceh Barat pada perusahaan tempat mereka bekerja, misalnya menyangkut asuransi jaminan ketenagakerjaan yang tidak diberikan  perusahaan dan jaminan kesehatan serta jemaninan lainya.,” kata Arief, kepada sejumlah wartawan, Senin (1/5).

Menurut Arief , Perusahaan yang ada di Aceh Barat  sering mengambil tindakan sepihak terhadap para buruh dalam pemutusan hubungan kerja. Sehingga dengan adanya mediator,para buruh memiliki tempat pengaduan saat hak para tenaga kerja diabaikan.

“Akibat tidak adanya mediator tenaga kerja, banyak buruh tidak memiliki ruang pengaduan, sehingga mereka terus tertindas,” sebutnya.

Tidak hanya itu, Meurhab juga mendesak Republik  Indonesia untuk menghapus sytem Kerja kontrak (Outosorcing) dan menghapus PP no 78 tahun 2005 tentang Pengupahan serta mencabut  Perpres no 20 tahun 2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing.

Dari pantauan Asatu.top ratusan mahasiswa berkonvoi dengan mendorong sepeda motor dari Tugu Teuku Umar yang berada di Desa Suak Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, ke titik aksi yang berada di Simpang Pelor , di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat yang dikawal pihak kepolisian.

Komentar

Loading...