Din Raja Rimba: Ketua DPRK, Ramli, SE Antusias untuk Kelompoknya Saja

Oleh
Nurdin, S.Sos alias Din Raja Rimba.

Aceh Barat- Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar, Nurdin, S.Sos, mendukung penuh usulan Dana Otsus Kabupaten Aceh Barat Tahun 2019 yang alokasinya 40 % lebih untuk wilayah terpencil seperti Kecamatan Sungai Mas dan beberapa wilayah lainnya di kabupaten dimaksud, yang dibahas dalam rapat Badan Musyarawah (Banmus) DPRK Aceh Barat belum lama ini.

"Usulan Dana Otsus untuk tahun 2019 sudah sesuai prosedur yang disusun oleh eksekutif, berdasarkan aspirasi masyarakat melalui Musrenbang," kata Nurdin, seperti tertulis dalam rilisnya, Minggu (29/4).

Sebaliknya, pria yang akrab disapa Din Raja Rimba ini menyesali sikap Ketua DPRK Aceh Barat yang menurutnya telah meninggalkan ruang rapat pada saat Banmus berlangsung, dibuktikan dengan tidak ditandatanganinya daftar kehadiran peserta rapat.

Bagi Nurdin, hal itu tidaklah etis dilakukan oleh sekaliber ketua DPRK seperti Ramli, SE.

Ramli, SE meninggalkan rapat, berdasarkan keterangan Nurdin, dikarenakan politisi PAN beranggapan bahwa alokasi Dana Otsus Tahun 2019 tidaklah merata.

"Itukan analisa yang tidak mendalam, sesuai dengan fakta Sungai Mas, Woyla Raya dan Arongan Lambalek merupakan kecamatan terisolir dan terabaikan selama ini. Wajarlah jika anggaran Otsus besar di plot kesana,” tantang Nurdin.

Dijelaskan, Dana Otsus diperuntukkan untuk pembangunan jalan lintas utama masyarakat antargampong, mulai dari Sarah Peureulak sampai ke Kajeung sudah lama rusak parah.

"Maka, tahun 2019 diusulkan dana Rp 1 Milyar untuk rehabilitasi jalan dambaan masyarakat pedalaman tersebut," jelas dia.

Selain itu, untuk rehab jalan Tutut -Geumpang serta pengadaan rangka baja Jembatan Gaseu - Sipot dianggarkan Rp4,5 milyar, mengingat jembatan tersebut sudah bertahun-tahun dibiarkan rusak.

Lanjut Nurdin, sebelumnya bantuan dana Otsus lebih banyak dimanfaatkan untuk Kecamatan Meureubo, Johan Pahlawan dan Kaway XVI.

Nurdin mengatakan, sikap Ketua DPRK Ramli, SE yang menganggap peruntukan Dana Otsus Tahun 2019 tidak merata telah melukai hati masyarakat.

“Masyarakat pedalaman yang berada di Kabupaten Aceh Barat sangat menyesalkan terhadap sikap Ramli, SE yang tidak setuju terhadap pembahasan Dana Otsus Tahun 2019, hanya karena keinginan pribadi nya tidak dipenuhi oleh pihak legislatif dan rekan - rekan dewan lainnya," tudingnya seraya menyinggung apakah ada unsur politis tertentu dari sikap yang ditunjukkan oleh Ramli, SE tersebut.

"Apakah Ada kaitannya dengan politik Pileg pada 2019 mendatang sehingga Ramli, SE merajuk atau ngambek keluar? Jangan terlalu bersandiwaralah," ledek dia.

Selain itu, Nurdin mengaku mendapat informasi bahwa Ramli, SE sering tidak menghadiri rapat di DPRK.

"Sementara, dana operasional dan gaji sebagai ketua DPRK sangat besar tetapi kok malah tidak pernah bekerja untuk rakyat? Tetapi apabila ada jika yang menyangkut dengan kepentingan politik pribadi dan kelompoknya, dia (Ramli, SE, red) antusias. Ada apa?" tutup dia.

Komentar

Loading...