Sambil Membawa Parang dan Serifikat Tanah

Puluhaan  Warga Suak Raya Mendatangi  Malpores Aceh Barat

Oleh
puluhan warga Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, mendatangi Mapolres, Minggu, (11/03), Foto Firmasnyah

Aceh Barat, Asatu.top -  Sambil membawa parang dan sertifikat tanah, puluhan warga Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, mendatangi Mapolres  setempat, Minggu (11/03).

Kedatangan Puluhan warga tersebut untuk meminta pihak kepolisian untuk menyelesaikan sengketa tapal batas tanah diperbatasan empat desa yang hingga kini belum selesai.

Warga Desa Suak Raya mendesak pihak kepolisian untuk menghentikan aktifitas dilahan gambut dengan luas mencapai ratusan hektare dengan 80 pemilik yang saat ini masi digarap warga desa lain.

“ Tanah milik warga Desa Suak Raya telah dikuasai desa tetangga, sedangkan bukti legal kepemilikan atas tanah telah dimiliki. Tanah itu telah digarap  warga Desa Suak Raya sejak tahun 1979,” ujar Keuchik Desa Suak Raya, Zainuddin saat di Mapolres Aceh Barat, Minggu (11/3).

Kata dia, warganya sempat menanami sejumlah tanaman di lahan itu, namun sekelompok orang yang mengatasnamakan warga Desa Lapang, kecamatan setempat, mencabut tumbuhan jenis sawit yang telah ditanami oleh warga Desa Suka Raya. Mereka juga mengklaim bahwa tanah tersebut telah sah menjadi milik mereka.

kedatangan kami ke Polres untuk meminta kejelasan dan solusi terkait lahan milik warga Desa Suak Raya, sebelum adanya tumpah darah,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan tokoh pemuda Suak Raya, Aidil Yusri (38) menjelaskan, tanah yang terletak di Jalan KLK II itu mulai bersengketa paska adanya aktivitas jual beli tanah pada tahun 2015 dari warga Lapang yang bermodalkan sporadik. Sementara itu, warga Desa Suak Raya telah memiliki izin garap dari BPN dan sertifikat sejak tahun 2003 hingga 2009.

“Sebelumnya, telah ada hasil antar desa yang dimediasikan oleh Pemda Aceh Barat dengan keputusan agar menghentikan segela aktivitas yang berhubungan dengan tanah yang sedang disengketakan tersebut,” tandasnya.

Hingga saat ini warga yang mendatangi Mapolres Aceh Barat telah dimediasikan di Mapolres setempat oleh Kabag Ops Kompol Pradana Aditya Nugraha.

Zainuddin mengatakan, terkait lahan yang bermasalah tersebut pihaknya telah menyampaikan kepada Pemerintah Daerah (Pemda), Kecamataan Johan Pahlawan, Kapolsek Johan Pahlawan hingga ke Polres Aceh Barat. Namun, hingga saat ini tetap saja tidak digubris.

Komentar

Loading...