KBH Meminta Pemilihan Rektor UTU Transparan

Oleh
Logo Komunitas Bintang Hitam, (Foto: ist)

Aceh Barat, Asatu.top – Komunitas Bintang Hitam (KBH) Meulaboh  meminta dalam pemilihan rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Periode 2018-2022 berjalan transparan  agar  nama  baik UTU dimata masyarakat Pantai Barat Selatan Aceh baik.

“Jangan ada upaya ‘politik busuk’ dalam pemilihan rektor UTU Periode 2018-2022,” tegas Ketua Komunitas Bintang Hitam, Ali, dalam press release-nya yang diterima media Asatu,top, Senin (5/3).

Ketua KBH Ali mengataka  siapapun boleh menjadi pimpinan universitas yang telah digembleng penegeriannya sejak 2006 tersebut, tapi  proses yang berlangsung dalam pemilihan rektor harus setransparan mungkin.

“ Tidak tertutup, dan harus berjalan dengan luber (langsung, umum, bebas, rahasia dan adil, r),” ujarnya.

KBH berharap agar semua proses pemilihan rektor UTU menjadi konsumsi publik. Selain surat izin dari pimpinan, laporan jumlah kekayaan masing-masing calon juga harus dirilis ke media massa.

“Kalau UTU masih swasta dan dikelola oleh yayasan okelah, kita maklum, ini UTU sudah negeri, ada duit Negara berseliweran disitu. Publik perlu tahu, makanya harus open (terbuka, red),” tantang Ali.

Selanjutnya, terkait adanya ‘tanda tanya’ dari alumni UTU tentang tidak terpampangnya izin dari pimpinan perguruan tinggi para calon rektor yang juga aktif di kampus lainnya selain UTU, dirinya berharap hal tersebut dapat dijelaskan oleh ketua pemilihan atau ketua senat UTU.

Komentar

Loading...