Kematiaan TKI Adelina, Sebuah kegagalan Negara Dalam lindungi Pahlawan Devisa

Oleh
Adelina Lisao tidur di beranda rumah di Taman Kota Permai, Penang, Malaysia, ketika ditemukan Sabtu (10/2/2018). TKI asal Nusa Tenggara Timur itu ditemukan dengan berbagai luka di wajah dan kepala. Perempuan 21 tahun itu meninggal dunia sehari berselang (11/2/2018).(Steven Sim/The Malay Online)

Asatu.top -  Pergi ke Malaysia untuk mencari kehidupan yang lebih baik, malah dipaksa tidur di luar bersama seekor anjing, sebelum akhirnya meninggal akibat luka serius.

Kasus kekerasan ini menimpa seorang tenaga kerja Indonesia, seakan menyoroti kembali kegagalan pemerintah untuk melindungi pekerja rumah tangga.

Adelina Sau meninggal pada awal bulan ini di rumah sakit, sehari setelah diselamatkan dari rumah majikannya di Penang, Malaysia. Saat itu, luka-luka terlihat menutupi tubuhnya yang lemah.

Majikan Adelina berusia 60 tahun telah didakwa dengan upaya pembunuhan pada pekan ini. Sementara, di Indonesia, dua orang telah ditangkap atas tuduhan perdagangan manusia.

Mereka diduga menggunakan dokumen palsu untuk mengirim Adelina ke Malaysia.

AFP melaporkan sekitar 2,5 juta TKI bekerja di Malaysia, banyak yang merantau dengan cara ilegal di berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga konstruksi.

Sekitar 400.000 TKI perempuan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia. Kematian Adelina memicu kemarahan yang meluas. Pemerintah juga mempertimbangkan untuk mengajukan kembali larangan pengiriman pekerja rumah tangga ke Malaysia.

Terakhir, Indonesia melarang pengiriman pembantu rumah tanggap pada 2009, setelah serangkaian kasus yang mengejutkan.

Dua tahun kemudian, negosiasi panjang menghasilkan kesepakatan yang berjanji untuk memberi kondisi yang lebih baik kepada pekerja rumah tangga.

Namun, pelecehan dan eksploitasi masih sering dilaporkan. Direktur eksekutif Tenaganita, kelompok HAM di Malaysia, Glorene Das mengatakan, kasus Adelina merupakan wujud dari ketidakpedulian terhadap martabat hak pekerja migran secara umum. "Juga ketidakpedulian terhadap hak pekerja rumah tangga migran pada khususnya," katanya.

Komentar

Loading...