Ratusan Tapol dan Napol duduki Gubenur Aceh

Oleh

Banda Aceh, Asatu.top  - Ratusan bekas Tahanan Politik dan Narapidana Politik (Tapol dan Napol) Aceh menduduki kantor Gubernur Aceh, Rabu (21/2). Mereka menuntut hak seperti yang sudah dituliskan dalam butir MoU Helsinki.

Sebelumnya, massa Tapol dan Napol ini terlebih dahulu mendatangi Kantor Badan Reintegrasi Aceh (BRA), namun karena tidak adanya titik temu, akhirnya setengah masa menuju ke kantor Gubernur Aceh dan sisanya tetap bertahan di BRA.

Ketua Persatuan Tapol Napol Aceh, Teuku Muhammad menyampaikan aksi ini mereka lakukan hanya untuk menuntut hak seperti yang dijanjikan dalam MoU Helsinki. Karena selama 13 tahun damai Aceh mereka belum merasakan apa yang seharusnya didapatkan hingga hari ini.

T Muhammad menegaskan, ada tiga hak Tapol/Napol yang harus dipenuhi oleh Pemerintah Aceh di antaranya, pemberian rumah layak huni kepada eks Tapol/Napol, lahan seluas dua hektar dan pekerjaan. Tapol Napol sendiri berjumlah 3 ribu orang di seluruh Aceh yang kini luput dari perhatian.

"Sampai saat ini belum diberikan, kami ke sini untuk meminta hak kami," kata T Muhammad kepada wartawan.

Karena itu, mereka ingin bertemu langsung dengan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf untuk menyampaikan semua tuntutan sehingga hak Tapol Napol bisa direalisasikan secepat mungkin.

"Kami mohon Gubernur Aceh menemui kami, berapa tahun damai Aceh kami tidak disantuni, yang kami minta ini adalah hak kami yang sudah tertuang dalam MoU Helsinki," ujarnya.

Berjalan sekitar satu jam massa Tapol Napol di depan kantor gubernur, Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, SDM dan Hubungan Kerjasama, Abdul Karim akhirnya menemui massa dari Tapol Napol ini.

Abdul Karim berjanji, pihaknya akan menyampaikan semua tuntutan para Tapol Napol kepada Gubernur Aceh agar ke depan menjadi prioritas. Namun ia mengatakan kalau gubernur saat ini tidak berada di tempat.

"Saya sampaikan pada bapak gubernur. Pesan ini saya sampaikan dan catatan kami akan diprioritaskan," tutur Abdul Karim.

Abdul Karim menjelaskan, tuntutan ini masih sedang menunggu proses, mengingat APBA 2018 belum disahkan. Untuk itu nantinya tuntutan tersebut juga akan sampaikan kepada tim TAPA selaku pihak yang menyusun anggaran.

"Nanti kita lihat dulu, karena saya tidak tahu berapa anggarannya, TAPA yang tahu itu," imbuhnya.

Tetapi, biarpun sudah ditemui perwakilan Pemerintah Aceh, massa Tapol Napol tetap tidak mau beranjak dari kantor gubernur sebelum ada kepastian apakah ada dana untuk mereka atau tidak.

"Kami cuma butuh kejelasan dana untuk kami, kalau tidak ada bilang tidak," cetus Sekretaris Tapol Napol Aceh.

Mereka menginginkan ada janji tertulis dari pihak Pemerintah Aceh terkait kepastian bantuan untuk apakah ada atau tidak, oleh sebab itu hingga saat ini massa masih bertahan di kantor Gubernur Aceh.

Komentar

Loading...