Polisi Gadungan Tipu Mahasiswi Pijay

Oleh
Foto (ist)

Pidie Jaya, Asatu.top  – Polisi Sektor (Polsek) Meureudu Kabupaten Pidie Jaya, membekuk tersangka penipu penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengaku sebagai anggota Polri, yaitu Husaini Bin Syamsudin (37) warga Gampong Blang Tumuleh, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireun.

Akibat perbuatan tersangka, mahasiswi berinisial Fa, warga Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, mengalami kerugian sebesar Rp 93 juta.

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK melalui Kapolsek Mereudu, AKP Aditia Kusuma kepada sejumlah wartawan, Selasa (20/2) mengatakan, korban sudah menyetor uang kepada tersangka sejak Oktober 2017 untuk keperluan pengurusan PNS sebesar Rp 33 juta.

Selain jumlah tersebut lanjut AKP Aditia, semenjak Fa mengenal Husaini dari tahun 2011, tersangka juga telah menguras uang korban dengan dalih meminjam sebesar Rp 60 juta.

Dijelaskannya, Senin 19 Februari 2017 sekira pukul 13:00 Wib, tersangka kembali menghubungi Fa untuk meminta tambahan uang sebesar Rp 1.5 juta. Namun adik korban merasa curiga dengan tingkah polisi gadungan tersebut.

“Dari kecurigaan itu, . Wahyulillah (adik korban) kemudian mendorong korban untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Meureudu. Sekira pukul 22:00 Wib semalam, kami berhasil meringkus tersangka tepatnya di Jalan Gampong Kuta Trieng Kecamatan Meureudu. Jika ditotal, korban mengalami kerugian sebesar Rp 93 juta,” jelas Kapolsek Meureudu.

Dalam menjalankan aksinya, lanjut Polsek Meureudu, tersangka mengaku sebagai anggota polisi yang bertugas di Polsek Mutiara Timur, Polres Pidie.

“Tersangka dalam menjalankan aksinya mengaku sebagai polisi. Namun setelah kami cek, dipastikan bahwa tersangka bukan anggota Polri dari kesatuan manapun. Profesi aslinya adalah nelayan,” katanya.

“Uang hasil penipuan itu digunakan tersangka untuk bermain judi bola,” tambah AKP Aditia.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan uang tunai sebasar Rp 500 ribu sisa uang penipuan dan juga satu unit hanphone merk Samsung yang digunakan tersangka sebagai alat komunikasi dengan korban. Tersangka dibidik dengan Pasal 372 KUHP Jo Pasal 378 KUHP dengan ancaman maksimal empat tahun kurungan.

Komentar

Loading...