KMBSA Menilai, MoU dan UUPA Digunakan Untuk Kepentingan Elit Politik

Oleh
Sekretaris Umum KMBSA, Azhari, Foto (Dukomen Pribadi)

Aceh Barat, Asatu.top - Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki, hasil kesepakatan antara RI dan GAM setelah puluhan tahun bergejolak serta banyak Nyawa Syuhada perang Menjadi korban, Ribuan Anak Yatim dan Janda Konflik, belum lagi Masyarakat Aceh yang terkena Imbas Harta bahkan fisik cacat.

Butir - butir dalam MoU kemudian dituangkan dalam Undang Undang Pemerintahan Aceh yang menjadi rujukan pelaksanaan pemerintahan Aceh secara Khusus serta menata kembali kehidupan sosial masyarakat imbas konflik maupun eks kombatan GAM.

Kini sudah 14 Tahun Damai Aceh, masyarakat belum menikmati buah dari perdamaian secara adil dan merata, perdamaian hanya dinikmati segelintir mereka yang punya kuasa, seolah menafikkan Korban konflik lainnya termasuk Yatim dan Janda yang jelas Ayah dan Suami mereka Meninggal saat konflik

Sangat di sayangkan, elit penguasa Aceh seolah mengabaikan fakta, bahwa mereka saat ini menikmati darah segar dari pengorbanan Para korban saat konflik.

Dengan itu, Sekretaris Forum Komunitas Muda Barat Selatan Aceh (KMBSA), Azhari, mendesak Pemerintah Aceh agar bersinergi dengan DPRA sehingga serius dalam menyelesaikan butir MoU yang belum rampung.

"Selama ini MoU dan UUPA hanya digunakan untuk kepentingan Elit politik saja, sedangkan untuk kepentingan rakyat korban konflik masih banyak yang terabaikan," Cetusnya.

Sambung, Sekretaris Umum KMBSA Azahri, Jangan lagi mau dikebiri Nasional dengan rayuan kosong mereka. Sebab Aceh masih punya perundangan sendiri yang harus di jalankan.

Pada momentum 14 tahun Pasca perdamaian, KMBSA berharap para Korban konflik menjadi prioritas untuk semua bentuk bantuan hal ini jelas tertuang dalam MoU helsingki dan UUPA dgn dibentuknya BRA sebagai wadah penampung aspirasi para korban konflik. Namun disayangkan Badan ini hanya jalan di tempat dan tidak tau Arah.

"Keinginan untuk membantu korban konflik dengan 2 Ha lahan pertanian sangat kita apresiasi, KMBSA berharap ini bisa tuntas tahun ini. Penerima juga memiliki kriteria yang jelas sehingga tepat sasaran bagi penerimanya," Tutupnya

Komentar

Loading...